26th January 2014
Sometimes, we just worry about dunya too much.
:'
Sometimes, we just worry about dunya too much.
:'
| Masa itu, akan sentiasa berkurangan. Sama seperti nyawa kita. Semakin pendek. |
![]() |
| Sumber |
Ya, ujian itu menguatkan. Sebab ramai antara kita belajar daripada pengalaman. Apa yang lebih penting daripada itu ialah, ia menguatkan iman kita. Jika kita tidak putus asa, dan terus dan terus meminta kepadaNya. :)
Kita ditimpakan ujian kerana Allah masih sayang pada kita. Rindu mendengar setiap rintihan-rintihan kita.
“Ya, Allah kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku kurangnya kesanggupanku, dan kerendahan diriku berhadapan dengan manusia. Wahai Dzat Yang Maha Pengasih ladi Maha Penyayang. Engkaulah Pelindung bagi si lemah dan Engkau jualah pelindungku! Kepada siapa diriku hendak Engkau serahkan? Kepada orang jauh yang berwajah suram terhadapku, ataukah kepada musuh yang akan menguasai diriku ? Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka semua itu tak kuhiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung pada sinar cahaya wajah-Mu, yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan di akherat dari murka-Mu yang hendak Engkau turunkan dan mempersalahkan diriku. Engkau berkenan. Sungguh tiada daya dan kekuatan apa pun selain atas perkenan-Mu.“
“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan al-Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya), lalu mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkanya).“ Ketika pembacaan telah selesai, maka kembali mereka kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata, “Hai kaum kami, sesungguh kami telah mendengarkan kitab (a-Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang meyeru kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab ynag pedih.“
QS al-Ahqaf : 29-31
Daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahawa Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam pernah bersabda:”Mukmin yang kuat lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun pada kedua-duanya ada kebaikan. Berjaga-jagalah terhadap perkara yang boleh mendatangkan kebaikan kepada engkau, pintalah pertolongan daripada Allah. Sekiranya engkau ditimpa sesuatu musibah, maka jangan engkau berkata:”KALAULAH aku lakukan begini maka sudah pasti lain yang berlaku. Tetapi katakanlah:”Itu merupakan takdir Allah dan Dia melakukan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya ‘KALAU’ akan membukakan pintu amalan syaitan.” [Riwayat Muslim]
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagi kamu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagi kamu. Dan Allah itu mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. [2 : 216]
"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, nescaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan RasulNya, maka kemudian kematian menimpanya, maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [4 : 100]
Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus [2 : 213]
Hidayah itu ibarat cahaya. Ia tidak akan menyapa kamar yang tidak dibuka jendelanya.
"Maka beristiqamahlah dengan apa yang telah diperintahkan ke atasmu.... [11 : 112]"